10-19 November 2016
A Qubicle Center (Senopati 79)

Di Balik Lensa

Bagas Ardhianto

Bagas Ardhianto

Fotografer

Bagas adalah seorang pria kelahiran Trenggalek 28 tahun lalu. Dia sehari-hari bekerja sebagai pegawai salah satu perusahaan jaringan telekomunikasi di Jakarta. Dia sudah lama tertarik dengan dunia fotografi, namun baru bisa menjadikannya hobi saat dia mempunyai kamera sendiri 2 tahun lalu. Dia berpartisipasi dalam Kelas Inspirasi karena ingin menyebarkan kabar baik mengenai kegiatan positif ini kepada banyak orang, melalui foto. "The More We Share, The More We Have (Leonard Nimoy)"

Ruben Hardjanto

Ruben Hardjanto

Fotografer

Dalam kesehariannya, Ruben adalah seorang Arsitek yang tinggal di Jakarta. Ruben lebih dikenal dengan nama Roe dalam dunia fotografi. Dia memasuki dunia fotografi sejak tahun 2012 dan memulai ketertarikannya di landscape photography. Saat ini, Roe banyak berkutat di dunia street photography dan social documentary. Jika tertarik melihat hasil karya Ruben, bisa klik: https://www.facebook.com/roe.photowork

Desi Bastias

Desi Bastias

Fotografer

Dalam kesehariannya, Desi bekerja sebagai Analis Fiskal di salah satu kementerian. Fotografi adalah hobi Desi. Dia mengakui sudah menggeluti dunia fotografi sejak tahun 2014.

BHIMA PASANOVA

BHIMA PASANOVA

Fotografer

Bhima Lahir di kota Payakumbuh, Sumatera Barat dan merantau ke Jakarta pada tahun 2013 untuk melanjutkan pendidikan di Institut Ilmu Sosial dan Politik (IISIP) Jakarta. Ia mengambil jurusan Jurnalistik. Dia mengaku bahwa dia sudah suka dengan dunia fotografi sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Pada saat duduk di bangku kuliah, dia bergabung dengan salah satu komunitas fotografi bernama Forum Kreativitas (Fokr). Bhima pernah mengikuti pameran basic photography dan pameran photo story yang diadakan pada tahun 2014 dan 2016.

Arsyad Muhammad Fajri

Arsyad Muhammad Fajri

Fotografer

Dalam kesehariannya, laki-laki yang akrab disapa Aad ini bekerja sebagai insinyur di salah satu perusahaan telekomunikasi. Menurut Aad, fotografi membantunya melepaskan penat dari rutinitas pekerjaan. Dia mengaku belum lama berkenalan dengan dunia fotografi. Awal perkenalannya dengan dunia fotografi terjadi setelah dia merasa tersihir dengan keindahan alam salah satu danau di Indonesia. Keikutsertaannya di sebuah kelas foto makin membuatnya penasaran dengan bidang ini. Yang unik, Aad mengaku tidak suka direpotkan dengan berbagai perlengkapan fotografi sehingga dia senang dengan lensa sapu jagad.

Darwin Sxander

Darwin Sxander

Fotografer

Darwin bekerja sebagai seorang penulis lepasan di dunia periklanan. Sebelumnya, dia pernah bekerja di 3 perusahaan iklan ternama di Indonesia. Kesibukannya sehari-hari tidak menghentikan semangatnya dalam mendalami ilmu fotografi. Dia mulai kembali aktif di dunia fotografi setelah mengikuti workshop Suara Kota Tua. Sekarang, ia banyak berpartisipasi di bidang perhotelan dan pariwisata.

Desita Ulfa

Desita Ulfa

Fotografer

Seorang karyawati perusahaan swasta yang menyukai fotografi sejak SMU. Kesibukannya mengurus operasional perusahaan dan putri semata wayangnya membuat dia sempat berhenti menggeluti dunia fotografi. Kegiatan Kelas Inspirasi Jakarta 4 yang diikuti oleh teman sekantornya telah menginspirasi dia untuk kembali menggunakan kamera yang telah ditinggalkannya selama 4 tahun, sehingga dia mau bergabung di Kelas Inspirasi Jakarta 5 kemarin sebagai fotografer.

Muhammad Khansa Dwiputra

Muhammad Khansa Dwiputra

Fotografer

Seorang mahasiswa semester 3 jurusan Administrasi Negara di salah satu perguruan tinggi negeri di Depok, Jawa Barat. Minatnya pada fotografi sudah ada sejak dia duduk di bangku SMA. Dia belajar fotografi secara otodidak melalui berbagai sumber, seperti: internet, buku, forum diskusi, dan sebagainya. Khansa memiliki minat pada fotografi di dunia olahraga, human interest, dan landscape. Demi meningkatkan ilmu fotografi, Khansa selalu memilih untuk menjadi tim dokumentasi dalam setiap kepanitiaan yang diikutinya.

Silvya Khairunnisa

Silvya Khairunnisa

Fotografer

Silvya menjadikan fotografi sebagai hobi disela kesibukannya sebagai arsitek di salah satu konsultan arsitektur Jakarta. Pada awalnya, Dia tidak pernah menyangka akan tertarik dengan dunia fotografi. Kecintaannya dengan foto berawal dari rutinitas dokumentasi survey tapak yang biasa dilakukan mahasiswa arsitektur sebelum proses merancang. Selain itu, ia juga suka mendokumentasikan foto makanan adiknya, yang kebetulan hobi memasak. Hasil dokumentasi tersebut rutin di unggah di media sosial dan mendapat apresiasi yang cukup baik. Untuk menambah wawasannya, di tahun 2012 Silvya sempat mengambil mata kuliah fotografi selama satu semester di kampus. Setelah itu, ia mulai dipercaya untuk menjadi fotografer produk fashion muslimah online.

Dimitria Intan

Dimitria Intan

Fotografer

Aya, begitu dia biasa dipanggil, adalah seorang arsitek yang tiga tahun terakhir menghabiskan waktu di Jakarta sebelum bertolak ke Mantua untuk melanjutkan pendidikannya. Aya tidak menggeluti fotografi secara serius. Kegemaran traveling dan estetika-komposisi yang dia pelajari di bangku kuliahnya lah yang membuatnya ingin mengabadikan setiap moment dengan lensanya. Dia percaya, setiap foto memiliki ceritanya masing-masing. Dalam pameran ini, dia berharap setiap kisah yang dia abadikan tidak hanya bisa dinikmati oleh mata para pengunjung saja saja, namun, pesannya bisa tersampaikan ke hati tiap-tiap orang yang melihat foto-foto tersebut.

Agil Frasetyo

Agil Frasetyo

Fotografer

Agil adalah lulusan fakultas ekonomi dari sebuah universitas di Jakarta. Setelah lulus kuliah, dia bekerja sebagai salah seorang pegawai swasta perusahaan retail ternama di Indonesia. Kemudian, di tahun 2016 ini, dia memutuskan resign untuk mengejar passionnya. Agil menyukai fotografi semenjak duduk di bangku sekolah menengah atas hingga sekarang. Dari fotografi. dia mendapati dirinya menjadi lebih peka pada kondisi sosial dan dia jadi memiliki keinginan untuk menjelajahi Indonesia.

Deasy Walda Christina Sinaga

Deasy Walda Christina Sinaga

Fotografer

Wanita yang kerap disapa Dewa ini menyukai fotografi sejak duduk di bangku SMP. Pekerjaannya sebagai Humas di bandara Jakarta semakin mengasah kemampuannya di bidang fotografi. Sejak itu, teman - teman terdekat Dewa pun mulai memintanya untuk mengabadikan momen spesial mereka, seperti misalnya: pernikahan, pre-wedding, maupun acara lainnya. Karena aktif di komunitas fotografer bandara, Dewa sering mendapat momen momen langka di area terbatas bandara yang membuatnya memiliki cita-cita untuk kelak bisa memamerkan hasil karya fotografinya.

Shofiyah Kartika

Shofiyah Kartika

Fotografer

Shofiyah adalah penyuka fotografi dan juga seorang pelari marathon. Lahir di Pasuruan, 01 November 1983, Shofiyah mulai menyukai fotografi semenjak orang terdekatnya memberikan dia hadiah ulangtahun berupa kamera. Tepat di bulan April 2014 akhirnya dia memutuskan untuk belajar fotografi di salah satu sekolah fotografi di Jakarta. Selanjutnya, Shofiyah banyak mengikuti berbagi kompetisi fotografi untuk mengasah lagi kemampuan fotografinya. Dia sempat vakum dari dunia fotografi di tahun 2015 karena ingin fokus pada dunia lari. Dia kembali aktif di dunia fotografi pada Kelas Inspirasi Jakarta 5 bulan Mei kemarin.

Fahiradynia Indri

Fahiradynia Indri

Videografer

Perempuan yang akrab disapa Indri ini adalah seorang Manager di industri makanan. Saat ini, dia sedang menjalani job training di Jepang. Dia tidak memiliki latar belakang videografer sama sekali. Indri pertama kali mengikuti Kelas Inspirasi pada tahun 2015 sebagai inspirator dan langsung merasa ketagihan. Ketika pendaftaran Kelas Inspirasi Jakarta 2016 dibuka, Indri ingin mencoba berkontribusi dalam peran yang berbeda. Menjadi videografer di KI Jakarta 2016 kemarin merupakan pengalaman pertama Indri di bidang dokumentasi. Indri percaya bahwa gambar yang bergerak diminati tinggi oleh khalayak, sehingga pesan yang ingin dia sampaikan melalui video akan tersebar ke lebih banyak orang.

Agus Hermawan

Agus Hermawan

Videografer

Agus Hermawan atau yang biasa dipanggil Aher ini dalam kesehariannya bekerja sebagai 3D Artist di salah satu perusahaan arsitek di Jakarta. Dia juga menekuni dunia freelance di bidang fotografi dan sinematografi. Aher pada saat ini masih masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta dengan mengambil jurusan broadcasting. Aher mengaku tertarik menjadi videografer di KI Jakarta 5 kemarin karena ingin bercerita tentang kondisi pendidikan di Indonesia dan juga bercerita tentang manfaat dari Kelas Inspirasi Jakarta, melalui sebuah audio visual yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Yuni Amalia

Yuni Amalia

Videografer

Yuni Amalia sebelumnya menempuh pendidikan Broadcasting Journalist di salah satu universitas swasta di Jakarta, sehingga tidak heran bahwa videografi dan fotografi adalah salah satu hobinya. Sekarang, dia bekerja sebagai buyers di salah satu e-commerce yang ada di Indonesia. Dia mengaku mau menjadi videografer di Kelas Inspirasi Jakarta 2016 kemarin karena dia role videografer sesuai dengan hobinya dan akan sangat menyenangkan memiliki kesempatan untuk mengabadikan momen-momen di sekolah serta ekspresi murid-murid yang diajar oleh para pengajar.

Cerita Kami

Kita hari ini adalah perwujudan dari persimpangan mimpi-mimpi kita yang dianggap mustahil. Namun, pada hakikatnya, hanya dengan bermimpilah kita mampu mencintai dan memaknai kehidupan.

Sejatinya, kehidupan adalah kegelapan yang membutakan, namun bukankah cahaya tidak akan lahir tanpanya. Jika engkau tidak percaya, menengadahlah ke langit malam.

Apabila pengetahuan adalah harta yang kita miliki, bagikan dan sebarkan, dan akan jauh lebih bermakna pada saat napas masih menggerakkan raga. Yakinlah, itu adalah titik-titik cahaya di langit malam yang mampu menggetarkan jiwa para pemimpi.

Bagi saya, sajak di atas merupakan sebuah metafora yang paling mendekati tema dari Pameran Foto dan Video Kelas Inspirasi Jakarta 5, “Berani Bermimpi, Berani Menginspirasi”.

Dalam pameran ini, sebanyak 17 pameris akan bergerak bebas dalam menafsirkan tema ke dalam bentuk narasi visual, baik itu fotografi, videografi, maupun mural.

Beberapa pameris menentukan pemahaman mengenai aktivitas para relawan pengajar, pilihan yang akan membimbing kita semua ke dalam pengertian yang sejatinya tentang hari inspirasi. Di sisi lain, beberapa pameris juga menafsirkan tema dari sudut pandang personal. Seperti Darwin, dia menyuarakan kegagalan dalam mendapatkan gelar paskasarjana, namun dia berani untuk bangkit dan berjuang kembali. Penafsiran tema dari sudut pandang personal juga ditemukan di dalam karya Desita. Dia menggambarkan inspirasi melalui bendera merah putih.

Saya melihat bahwa metafora, simbol, ungkapan, dan serangkaian piranti visual yang hadir adalah perwujudan dari kebebasan dalam menafsirkan sebuah tema, bahkan ada yang berani melompati pemahahaman konvensional tentang mimpi dan inspirasi.

Kenyataan ini menunjukkan adanya berbagai kekuatan besar yang berhasil direkam yang mengundang Anda untuk memahami, menyelami, dan mungkin mengamini bahwa inspirasi adalah kata kunci yang mampu membuka mimpi.

Melalui larik-larik visual dalam pameran ini, kita melihat bahwa mimpi dan inspirasi adalah milik semua orang. Hanya dengan keberanian semacam itu—bukan tidak mungkin—bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar, sebuah nilai yang selama ini kita ciptakan untuk kita yakini.

Yoppy Pieter,
Kurator

MENGENAI QUBICLE

Sebuah social content network. Qubicle adalah percampuran antara social media dengan content creation platform, dimana kaum millennial Indonesia dapat mengkreasikan minat mereka, bertemu dengan sesama yang memiliki passion yang sama, dan bahkan berkolaborasi untuk membuat karya dengan idola mereka! Percaya bahwa karya satu orang mampu menginspirasi pergerakan hebat. Berkarya dan temukan konten inspiratif di Qubicle.
www.qubicle.id